cisaat | November 23, 2006

Kau sudah banyak menderita
Meski kau hiasi mulutmu dengan tasbih
Kau basahi matamu dengan istigfar
Kau penuhi hatimu dengan dzikir
Kau basuh jiwamu dengan kesabaran
Sungguh, kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu takkan habis sebelum kau mati
Kau takkan pernah meraih atap tanpa
menyelesaikan anak tangga
Ketika empat dari tujuh anak tangga hilang
Kau terhalang menginjak atap
Kau tak mungkin memasukkan air sumur
ke dalam timba
Kau terlarang masuk ke dalam rumah Tuhanmu
Sebelum kau lepas sepatumu

Wahai, jiwa yang terilhami
Jika ingin terbuka tirai
Pilihlah kematian dan sobeklah tirai
Dan bukanlah kematian itu
masuknya tubuh ke dalam kubur
Kematian adalah saat jiwa masuk ke dalam Cahaya
Ketika itu derita menjadi bahagia
Tak tersisa lagi duri nestapa
Posted 4 years, 1 month ago on November 23, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/199/

Comments on this post:

Comments have now been turned off for this post