cisaat | March 17, 2006
Kecakapannya berkhutbah bukan asing lagi bagi para penulis sejarah Islam. Imama Ali r.a. bukan hanya dikenal sebagai Bapak Bahasa Arab, tetapi dalam hal penggunaan dan penerapan bahasa pun ia dikenal sebagai orang ahli terkemuka. Keunggulannya dalam kecakapan berbahasa dan bersastra membuat orang menarik kesimpulan, bahwa nilai perkataan Imam Ali r.a. berada di bawah firman Allah Al-Khaliq dan tutur-kata RasulNya. Pada masa hidupnya tidak sedikit orang datang kepadanya menimba ilmu berkhutbah dan ilmu menulis.
Abdul Hamid bin Yahya, seorang ilmuwan dan penulis Islam yang mashur itu, sampai berkata sambil membanggakan diri, bahwa ia mempunyai kumpulan khutbah-khutbah Imam Ali r.a. sebanyak 70 perangkat. "Dan itu masih bertambah terus", katanya. Akan tetapi Abdul Hamid itu masih kalah unggul disbanding dengan Ibnu Nubatah, yang nama sebenarnya ialah Abdurrahman bin Muhammad bin Ismail Al-Fariqiy Al-Judzamiy. Ia mengatakan: "Aku menyimpan setumpuk khutbah-khutbahnya. Sampai sekarang masih bertambah terus jumlahnya. Aku menyimpan 100 bab dari wejangan-wejangan Imam Ali bin Abi Thalib.
Kecakapan Imam Ali r.a. menyusun pidato sangat membantu para peneliti sejarah Islam, khususnya sejarah perjuangan Imam Ali r.a. sendiri, dalam menghimpun data-data dan fakta-fakta. Dibandingkan dengan khutbah-khutbahnya yang pernah diucapkan oleh para sahabat Nabi Muhammad s.a.w. lainnya, belum ada sepersepuluhnya, seandainya semua itu hendak dikumpulkan. Seorang penulis dan sejarawan klasik Islam, Abu Utsman Al-Jahidz menegaskan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul "Al-Bayan wat Tabyin".
Abdul Hamid bin Yahya, seorang ilmuwan dan penulis Islam yang mashur itu, sampai berkata sambil membanggakan diri, bahwa ia mempunyai kumpulan khutbah-khutbah Imam Ali r.a. sebanyak 70 perangkat. "Dan itu masih bertambah terus", katanya. Akan tetapi Abdul Hamid itu masih kalah unggul disbanding dengan Ibnu Nubatah, yang nama sebenarnya ialah Abdurrahman bin Muhammad bin Ismail Al-Fariqiy Al-Judzamiy. Ia mengatakan: "Aku menyimpan setumpuk khutbah-khutbahnya. Sampai sekarang masih bertambah terus jumlahnya. Aku menyimpan 100 bab dari wejangan-wejangan Imam Ali bin Abi Thalib.
Kecakapan Imam Ali r.a. menyusun pidato sangat membantu para peneliti sejarah Islam, khususnya sejarah perjuangan Imam Ali r.a. sendiri, dalam menghimpun data-data dan fakta-fakta. Dibandingkan dengan khutbah-khutbahnya yang pernah diucapkan oleh para sahabat Nabi Muhammad s.a.w. lainnya, belum ada sepersepuluhnya, seandainya semua itu hendak dikumpulkan. Seorang penulis dan sejarawan klasik Islam, Abu Utsman Al-Jahidz menegaskan hal tersebut dalam bukunya yang berjudul "Al-Bayan wat Tabyin".
Posted 4 years, 10 months ago on March 17, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/172/
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/172/
Comments on this post:
Comments have now been turned off for this post
