cisaat | February 7, 2006
Allah berfirman :
"Demi jiwa dan Dia yang menyempurnakannya dan memperkenalkannya kepadanya keburukannya dan kebaikannya. Sungguh beruntung orang yang dapat mensucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorkannya (QS Asy Syams, 91: 7-10)
Ketahuilah bahwa jiwa adalah musuh dengan wajah seorang teman. Kekejaman dan daya tipunya tidak ada habisnya. Menolak kejahatannya dan menaklukkan-nya merupakan tugas yang paling penting, karena jiwa adalah musuh yang paling
buruk, lebih buruk dari setan dan kaum kafir
Untuk melatih jiwa dan membawanya kembali kepada keadaan yang sejahtera dan membuatnya meningkat dari sifat menguasai kejahatan menuju tingkat berdamai dengan Allah merupakan tugas besar. Puncak kebahagiaan manusia terletak pada penyucian jiwa, sementara puncak kesengsaraan manusia terletak pada tindakan membiarkan jiwa mengalir sesuai
dengan tabiat alamiah. Itulah sebabnya Allah befirman :
"Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya "
Alasannya karena penyucian jiwa dan latihan jiwa akan menyebabkan dikenalnya jiwa, dan pengenalan jiwa menimbulkan pengetahuan akan Tuhan, sebab barang siapa yang mengenal jiwanya sendiri akan mengenal Tuhannya. Pembersihan dari kotoran yang melekat pada jiwa, adalah salah satu fokus kita kali ini, sehingga kita benar-benar bisa merasakan bagaimana rasanya hati kita menjadi
bening dan nyaman. Jiwa menjadi tenang dan akan mendapat sapaan Allah seperti dalam ayat- Nya :
"Wahai jiwa yang tenang datanglah kehadirat Tuhanmu dengan keadaan ridho dan diridhai" (Qs Al fajr 27-28)
Jiwa yang seperti inilah yang kita tuju, dan tentunya dengan niat dan perjuangan yang sungguh-sungguh.
"Demi jiwa dan Dia yang menyempurnakannya dan memperkenalkannya kepadanya keburukannya dan kebaikannya. Sungguh beruntung orang yang dapat mensucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorkannya (QS Asy Syams, 91: 7-10)
Ketahuilah bahwa jiwa adalah musuh dengan wajah seorang teman. Kekejaman dan daya tipunya tidak ada habisnya. Menolak kejahatannya dan menaklukkan-nya merupakan tugas yang paling penting, karena jiwa adalah musuh yang paling
buruk, lebih buruk dari setan dan kaum kafir
Untuk melatih jiwa dan membawanya kembali kepada keadaan yang sejahtera dan membuatnya meningkat dari sifat menguasai kejahatan menuju tingkat berdamai dengan Allah merupakan tugas besar. Puncak kebahagiaan manusia terletak pada penyucian jiwa, sementara puncak kesengsaraan manusia terletak pada tindakan membiarkan jiwa mengalir sesuai
dengan tabiat alamiah. Itulah sebabnya Allah befirman :
"Sungguh beruntung orang yang membersihkan jiwanya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya "
Alasannya karena penyucian jiwa dan latihan jiwa akan menyebabkan dikenalnya jiwa, dan pengenalan jiwa menimbulkan pengetahuan akan Tuhan, sebab barang siapa yang mengenal jiwanya sendiri akan mengenal Tuhannya. Pembersihan dari kotoran yang melekat pada jiwa, adalah salah satu fokus kita kali ini, sehingga kita benar-benar bisa merasakan bagaimana rasanya hati kita menjadi
bening dan nyaman. Jiwa menjadi tenang dan akan mendapat sapaan Allah seperti dalam ayat- Nya :
"Wahai jiwa yang tenang datanglah kehadirat Tuhanmu dengan keadaan ridho dan diridhai" (Qs Al fajr 27-28)
Jiwa yang seperti inilah yang kita tuju, dan tentunya dengan niat dan perjuangan yang sungguh-sungguh.
Posted 4 years, 11 months ago on February 7, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/163/
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/163/
Comments on this post:
Comments have now been turned off for this post
