cisaat | February 3, 2006
101. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu
102. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu
103. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali
kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
Alasan menamakan kebaikan akhlak sebagai sebaik-baik nikmat ialah bahwa sebagaimana nikmat membawa kesenangan, demikian pula seseorang dapat membuat lingkungan menyenangkan dengan merangsang hati orang lain melalui akhlak baik dan dengan
demikian berhasil membuka jalan untuk kebahagiaan dan kelapangannya. Dan kepuasan dipandang sebagai modal dan kekayaan karena sebagaimana kepuasan dan harta mengusir keperluan, demikian pula orang yang merasa puas dan bahagia atas kehidupannya terbebas dari mengharapkan belas kasihan orang lain.
Apabila perasaan dan kesadaran manusia hidup, sekadar ingatan akan suatu dosa pun menghancurkan kedamaian jiwa, karena ketenteraman dan kebahagiaan hanya tercapai bilamana rohani bebas dari beban dosa, dan tidak dicemari kedurhakaan.
Dan kebahagiaan yang sesungguhnya ini tidak terikat oleh waktu; pada hari mana pun, bila orang berhasrat, ia dapat menjauhi kejahatan dan menikmati kebahagiaan ini, dan kebahagiaan ini sendiri akan menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya dan pertanda dari 'Id.
Sebuah penggalan syair mengatakan,
"Setiap malam adalah Malam Agung yang disediakan Allah asalkan Anda menghargai nilainya."
Walaupun berusaha sepanjang hidupnya, orang tidak
selalu mencapai keberhasilan hidup. Apabila pada beberapa kesempatan ia berhasil akibat usahanya, pada banyak kesempatan lainnya ia harus menghadapi kekalahan dan menyerahkan keberatannya dengan mengakui kekalahan di hadapan nasib.
Sedikit pemikiran dapat mengantar kepada kesimpulan bahwa bilamana hal-hal duniawi ini tidak dapat dicapai walaupun telah berusaha dan mencari, betapa keberhasilan di dunia akhirat dapat dicapai tanpa usaha dan pencarian.
Suatu syair mengatakan,
"Anda berusaha mengejar dunia tetapi tidak mencapai tujuan. Ya Allah, akan bagaimana hasilnya bilamana kebaikan akhirat bahkan tidak dicari."
Orang yang mencari kesempurnaan dan percaya bahwa ia masih memerlukannya, dapat diharapkan untuk berhasil mencapai tujuan kesempurnaannya; tetapi orang yang dikelabui khayalannya bahwa ia telah mencapai puncak kemajuan, tidak akan merasa perlu berusaha mencapainya. Dengan demikian maka orang yang sombong ini tidak akan mencapai kesempurnaan, dan kesombongannya akan menyudahi kemungkinan untuk meningkat.
Tidaklah terlalu sulit untuk menjauhkan diri dari dosa pada pertama kalinya. Tetapi setelah terbiasa dengan dosa, seseorang tidak merasa sulit melakukannya; tetapi, sungguh susah untuk melepaskan diri darinya. Karena kebiasaan itu
dikukuhkan, kesadaran melemah dan kesulitan muncul menghalangi jalan untuk bertaubat. Menghibur hati dengan jalan mengulur-ulur waktu untuk bertaubat biasanya tanpa hasil. Apabila ada kesulitan untuk menjauhkan dosa pada permulaannya maka pemanjangan masa berbuat dosa akan membuat lebih sulit untuk bertaubat.
Sesungguhnya amal baik akan menghasilkan intensitas (peningkatan) bashîrah. Sedang bertambahnya bashîrah menghasilkan pada peningkatan amal baik. Demikianlah amal dan bashîrah saling mengisi terus. Sampai subyeknya mencapai puncak tertinggi dalam amal baik dan bashîrah.
102. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu
103. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali
kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
Alasan menamakan kebaikan akhlak sebagai sebaik-baik nikmat ialah bahwa sebagaimana nikmat membawa kesenangan, demikian pula seseorang dapat membuat lingkungan menyenangkan dengan merangsang hati orang lain melalui akhlak baik dan dengan
demikian berhasil membuka jalan untuk kebahagiaan dan kelapangannya. Dan kepuasan dipandang sebagai modal dan kekayaan karena sebagaimana kepuasan dan harta mengusir keperluan, demikian pula orang yang merasa puas dan bahagia atas kehidupannya terbebas dari mengharapkan belas kasihan orang lain.
Apabila perasaan dan kesadaran manusia hidup, sekadar ingatan akan suatu dosa pun menghancurkan kedamaian jiwa, karena ketenteraman dan kebahagiaan hanya tercapai bilamana rohani bebas dari beban dosa, dan tidak dicemari kedurhakaan.
Dan kebahagiaan yang sesungguhnya ini tidak terikat oleh waktu; pada hari mana pun, bila orang berhasrat, ia dapat menjauhi kejahatan dan menikmati kebahagiaan ini, dan kebahagiaan ini sendiri akan menjadi kebahagiaan yang sesungguhnya dan pertanda dari 'Id.
Sebuah penggalan syair mengatakan,
"Setiap malam adalah Malam Agung yang disediakan Allah asalkan Anda menghargai nilainya."
Walaupun berusaha sepanjang hidupnya, orang tidak
selalu mencapai keberhasilan hidup. Apabila pada beberapa kesempatan ia berhasil akibat usahanya, pada banyak kesempatan lainnya ia harus menghadapi kekalahan dan menyerahkan keberatannya dengan mengakui kekalahan di hadapan nasib.
Sedikit pemikiran dapat mengantar kepada kesimpulan bahwa bilamana hal-hal duniawi ini tidak dapat dicapai walaupun telah berusaha dan mencari, betapa keberhasilan di dunia akhirat dapat dicapai tanpa usaha dan pencarian.
Suatu syair mengatakan,
"Anda berusaha mengejar dunia tetapi tidak mencapai tujuan. Ya Allah, akan bagaimana hasilnya bilamana kebaikan akhirat bahkan tidak dicari."
Orang yang mencari kesempurnaan dan percaya bahwa ia masih memerlukannya, dapat diharapkan untuk berhasil mencapai tujuan kesempurnaannya; tetapi orang yang dikelabui khayalannya bahwa ia telah mencapai puncak kemajuan, tidak akan merasa perlu berusaha mencapainya. Dengan demikian maka orang yang sombong ini tidak akan mencapai kesempurnaan, dan kesombongannya akan menyudahi kemungkinan untuk meningkat.
Tidaklah terlalu sulit untuk menjauhkan diri dari dosa pada pertama kalinya. Tetapi setelah terbiasa dengan dosa, seseorang tidak merasa sulit melakukannya; tetapi, sungguh susah untuk melepaskan diri darinya. Karena kebiasaan itu
dikukuhkan, kesadaran melemah dan kesulitan muncul menghalangi jalan untuk bertaubat. Menghibur hati dengan jalan mengulur-ulur waktu untuk bertaubat biasanya tanpa hasil. Apabila ada kesulitan untuk menjauhkan dosa pada permulaannya maka pemanjangan masa berbuat dosa akan membuat lebih sulit untuk bertaubat.
Sesungguhnya amal baik akan menghasilkan intensitas (peningkatan) bashîrah. Sedang bertambahnya bashîrah menghasilkan pada peningkatan amal baik. Demikianlah amal dan bashîrah saling mengisi terus. Sampai subyeknya mencapai puncak tertinggi dalam amal baik dan bashîrah.
Posted 15 hours, 52 minutes ago on February 3, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/161/
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/161/
Comments on this post:
Comments have now been turned off for this post
