cisaat | January 26, 2006

Surat 99 Al-zalzalah: 7-8
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula."


Ayat diatas adalah merupakan ayat yang seadil-adilnya dari Tuhan, dimana Tuhan tidak akan pernah menjolimi (berbuat tidak adil kepada manusia) khususnya kepada mukmin. Nah telah jelas terlihat bahwa Allah akan memberikan balasan pahala bagi orang2 yang berbuat baik walau sebesar biji sesawi demikian juga kepada orang yg berbuat kejahatan walaupun sebesar biji sesawi tetap mendapat ganjaran adil bukan?

Nah kita sampai mengenai balasan.... lalu apakah balasan itu kelak di akhirat, yah tidak lain tidak bukan adalah Selamat dan tidak selamatnya manusia, jadi maksud dari surah 99:7-8 itu adalah merasakan hukuman / balasannya bagi orang yg pernah berbuat dosa dan merasakan nikmat bagi yang pernah berbuat kebajikan..

Karena itulah maka ada ayat lain dari Alquran yg mengatakan:

"Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut." (Maryam 19:71-72).

Mengapakah ayat diatas menerangkan bahwa semua manusia itu harus mendatangi neraka dulu? Karena tidak satu manusiapun yang luput dari dosa dan kesalahan
sesuai dengan ayat Alquran dibawah ini;

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima-kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya menyaksikan sendiri keingkarannya (Aadiyaat:100,6-7)

Hal itu benar, diayat lain juga Alquran mengatakan bahwa semua manusia telah berdosa, tersentuh setan . Nah karena semua manusia pernah berdosa terlepas itu apakah dosa besar atau kecil tetapi sesuai dengan konsep keadilan surah 99:7-8 maka wajib harus mendapatkan ganjaran atas dosanya didalam penghukuman (lihat juga surah 19:71-72)


Demikian juga hal diatas dikuatkan dalam hadist seperti dibawah ini;Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan (Laa Ilaaha Illallah) dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan (iman)." (HR Bukhari 44 dan Muslim 193)

Hadist ini telah mengatakan bahwa manusia nantinya akan dikeluarkan dari neraka setelah mengucapkan Laa Ilaaha Illallah dan juga karena didalam hatinya telah ada seberat biji kebaikan (amal dan iman) ketika masa hidupnya di dunia.

Mengenai hal itu seorang pakar Islam terkenal bertaraf international dari Karachi Pakistan mengemukakan dalam bukunya 'ISLAM dan KRISTEN Dalam Perspektif Ilmu Perbandingan Agama' pada hal. 63-64 yang telah dikaji staf pengajar Magister Studi Islam Pasca Sarjana dari salah
satu universitas di Indonesia, mengakui bahwa: "Neraka merupakan tempat penebusan dosa-dosa (semacam rumah sakit), untuk penyembuhan melalui api yang menyakitkan dan menimbulkan kepedihan".

Manusia tidak mempunyai kekuatan untuk melakukan terus-menerus yang baik dan hanya yang baik saja.Karena baik menurut kita tetapi bisa saja salah dihadapan Allah, sebab manusia hanya mengetahui apa-apa yang terlihat sedangkan Allah Maha mengetahui segalanya.

Karena tidak satu manusiapun yang luput dari dosa dan kesalahan sesuai dengan ayat Alquran dibawah ini;

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima-kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya menyaksikan sendiri keingkarannya (Aadiyaat: 100,6-7)

Dikuatkan dalam hadist lain;
Ibnu mas'ud berkata kepada nabi, "Semua orang akan masuk ke neraka. Kemudian mereka akan keluar dari sana menurut perbuatannya. Mereka yang keluar yang paling pertama akan seperti sebuah kilat, yang berikut seperti taufan, yang kemudian seperti kuda yang lari cepat, sesudah itu seperti penunggang kuda yang cekatan, kemudian seperti seorang yang melompat dan akhirnya sebagai orang yang berjalan"
(Tirmidhi dan Damini).

Mengenai hal ini, Allah Taala berfirman yang bermaksud: "Timbangan amal pada hari kiamat adalah satu keadilan yang benar, maka sesiapa yang berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang yang berjaya memperoleh apa yang mereka harapkan; dan sesiapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang yang merugikan diri
sendiri dengan sebab mereka meletakkan ayat keterangan Kami pada bukan tempatnya". (Surah Al-A'raf, ayat 8-9).


Dalam ayat lain pula, Allah berfirman yang bermaksud: "Dan Kami akan mengadakan timbangan yang adil pada hari kiamat. Oleh itu, maka tidak ada seseorang yang akan teraniaya barang sedikit pun, walau amalannya seberat biji sawi, Kami tetap menghitungnya, dan cukuplah Kami menjadi penghitung". (Surah Al-Anbia' ayat 47).

Dari Abu Hurairah, katanya, Rasulullah SAW bersabda maksudnya: "Kamu tidak akan masuk syurga hingga kamu beriman. Kamu tidak akan beriman hingga kamu berkasih-kasihan. Adakah tidak aku tunjukkan kamu suatu? Apabila kamu kerjakan, kamu akan berkasih-kasihan? yaitu sebarkan
salam di kalangan kamu." (Hadis riwayat Muslim dan Abu Daud).

Dalam hadis ini, Rasulullah menunjukkan kepada kita sebagai umatnya ada suatu rahasia yang paling menyenangkan untuk dilaksanakan sebagai jalan menuju ke syurga yaitu menyebarkan salam dengan seluas-luasnya di kalangan umat Islam, berkasih sayang sesama sendiri dan keimanan mendalam.

Salam dapat mempengaruhi manusia ke arah hidup yang lebih harmoni. Oleh itu, sebarkan salam di kalangan kamu karena itulah kunci rahasia ke syurga.

Maka segerakanlah bertobat dengan yang sebenar benarnya ..sebelum semua terlambat ...sebelum ajal menjemput....

" Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak pula (diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah
Kami sediakan siksaan yang pedih (QS Annisa 4:18)

"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan , yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS Annisa 4:17)

Posted 1 week, 1 day ago on January 26, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/158/

Comments on this post:

Comments have now been turned off for this post