cisaat | January 25, 2006
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
Jika Seperti Kau Katakan, Tuhan itu tidak maujud, tidak pula Rasul, Hari perhitungan dan kitab, akankah shalat, puasa, zakat dan keimanan kami merugikan kami?
Tapi Jika, seperti pandangan kami, Tuhan maujud, agama maujud, Hari Kebangkitan dan pembalasan pun maujud, akankah engkau mengalami kerugian dan kehancuran.
Tuhan tidaklah bertempat, Ia menciptakan tempat. Ia tak memiliki bentuk. Ia yang menciptakan bentuk. Jadi Ia tak bisa diketahui dengan cara ini. Tuhan tak bisa dicerap oleh indra, dan mustahil pulalah untuk membandingkannya dengan sesuatu.
Celakalah kamu ! (betapa rendahnya kemampuan berpikirmu), hanya karena indera-inderamu tak mampu mencerap-Nya, kamu menyangkal ke_Tuhanann-Nya. Sedang kami justru karena alasan bahwa kami tak bisa mencerap-Nya itulah, yakin bahwa Dialah Rabb kami.
Katakan padaku, kapan masanya Tuhan belum maujud, agar aku bisa mengetakan padamu kapan ia mulai maujud." (Tuhan maujud sebelum waktu, dan Dialah yang menciptakan waktu)
Saat aku memikirkan tentang tubuhku, aku sadar bahwa aku tak bisa menambahkan sesuatu pada panjang dan lebarnya, tidak pula mengurangkan sesuatu dariapanya. demikian pula, aku tak bisa memilih untuk bahagia atau tidak bahagia. Dari bukti ini dan juga dari memperhatikan pengaturan mata dan keteraturan seluruh jagat raya, aku paham bahwa tubuhku dan dunia ini ada pencipta dan pengaturnya.
melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
Jika Seperti Kau Katakan, Tuhan itu tidak maujud, tidak pula Rasul, Hari perhitungan dan kitab, akankah shalat, puasa, zakat dan keimanan kami merugikan kami?
Tapi Jika, seperti pandangan kami, Tuhan maujud, agama maujud, Hari Kebangkitan dan pembalasan pun maujud, akankah engkau mengalami kerugian dan kehancuran.
Tuhan tidaklah bertempat, Ia menciptakan tempat. Ia tak memiliki bentuk. Ia yang menciptakan bentuk. Jadi Ia tak bisa diketahui dengan cara ini. Tuhan tak bisa dicerap oleh indra, dan mustahil pulalah untuk membandingkannya dengan sesuatu.
Celakalah kamu ! (betapa rendahnya kemampuan berpikirmu), hanya karena indera-inderamu tak mampu mencerap-Nya, kamu menyangkal ke_Tuhanann-Nya. Sedang kami justru karena alasan bahwa kami tak bisa mencerap-Nya itulah, yakin bahwa Dialah Rabb kami.
Katakan padaku, kapan masanya Tuhan belum maujud, agar aku bisa mengetakan padamu kapan ia mulai maujud." (Tuhan maujud sebelum waktu, dan Dialah yang menciptakan waktu)
Saat aku memikirkan tentang tubuhku, aku sadar bahwa aku tak bisa menambahkan sesuatu pada panjang dan lebarnya, tidak pula mengurangkan sesuatu dariapanya. demikian pula, aku tak bisa memilih untuk bahagia atau tidak bahagia. Dari bukti ini dan juga dari memperhatikan pengaturan mata dan keteraturan seluruh jagat raya, aku paham bahwa tubuhku dan dunia ini ada pencipta dan pengaturnya.
Posted 1 week, 2 days ago on January 25, 2006
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/155/
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/155/
Comments on this post:
Comments have now been turned off for this post
