cisaat | October 12, 2005

Kualitas-kualitas ini dapat diungkapkan dengan berbagai cara, tetapi cara-cara itu dapat diungkapkan dengan enam kata sederhana, yaitu: Kesdaran, Pemahaman, Pengagungan, Kedahsyatan, Harapan dan Rasa malu.

Kesadaran

Kesdaran penuh yang kita maksudkan adalah, keadaan dimana pikiran dan perasaan seseorang tidak berbeda dengan apa yang dikerjakan dan diucapkan. Persepsi menyatu dengan tindakan dan ucapan, pikirannya tidak dipenuhi dengan berbagai praduga. Apabila pikiran tertuju pada apa yang sedang dikerjakan, apabila hati sepenuhnya terlibat di
dalamnya, dan apabila tidak ada sesuatu yang membuatnya lalai, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut telah memiliki kesadaran penuh.

Pemahaman

Memahami makana ucapan seseorang adalah lebih dari sekedar kesadaran bahwa seseorang dengan sadar mengucapkan sesuatu, tetapi belum tentu orang tersebut memahami makna ucapannya. Oleh karena itu, apa yang kita maksudkan dengan pemahaman disini adalah kesdaran yang mencakup juga pemahaman makna ucapan seseorang. Perbedaan pada setiap oarng terletak pada ketidakmungkinannya untuk saling berbagi pemahaman dan
rasa hormat pada Al-Qur'an.

Betapa banyak kehalusan makna kandungan Al-Qur'an yang dapat kita pahami selagi melaksanakan sholat. Suatu hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dalam konteks ini sholat menjadi penangkal bagi perbuatan keji dan mungkar, sehingga pemahaman atas aspek-aspek sholat akan membentuk tameng bagi perbuatan tercela.

Pengagungan

Pengagunagan atau rasa hormat anenaamadalah sesuatu yang lebih jauh atau di atas kesadaran hati dan pemahaman. Orang dapat saja memerintah pembantunya dengan ucapan-ucapan yang sepenuhnya disadari dan makna kata-katanya juga dipahami, namun itu berlangsung tanpa rasa hormat. Pengagungan adalah unsur tambahan.

Kedahsyatan

Kedahsyatan adalah di atas rasa hormat. Dalam kenyataannya,
kedahsyatan adalah perasaan yang tumbuh dari rasa takut. Tanpa pernah memiliki pengalaman dengan rasa takut, seseorang tidak akan pernah merasakan kedahsyatan. Ada rasa takut yang biasa, misalnya takut pada kalajengking atau orang jahat, tetapi hal ini tentu saja tidak dapat disebut dengan kedahsyatan. Apa yang disebut dengan kedahsyatan
adalah sejenis rasa takut tetapi ditujukan kepada sesuatu yang mulia. Jadi kedahsyatan adalah rasa takut dan hormat sekaligus.

Pengharapan

Pengharapan adalah sesuatu yang lain lagi. Ada banyak orang yang mengagungkan seorang raja, namun juga takut terhadap kekuasaannya, walau demikian tidak pernah berharap akan pahala atau ganjaran darinya. Di dalam setiap do'a, kita harus selalu berharap agar mendapatkan ganjaran Nya, sebagaimana juga rasa takut terhadap hukuman Nya atas kesalahan-kesalahan yagn telah kita perbuat.

Rasa malu

Rasa malu adalah tambahan terhadap pengharapan, ia didasarkan atas kenyataan akan kekurangan seseorang, juga merupakan pengakuan akan dosa yang telah diperbuat. Dan memang, kita akan dapat merasakan suatu pengagungan, takut dan berpengharapan, tanpa harus diikuti dengan rasa malu.
Posted 5 years, 3 months ago on October 12, 2005
The trackback url for this post is http://www.gagakmas.org/qolbu/bblog/trackback.php/140/

Comments on this post:

Comments have now been turned off for this post